Tak kuasa
Waktu terus berjalan, berlalu, lantas pergi meninggalkan. Sampai kapanpun tidak akan pernah peduli denganku — juga denganmu, malah kita yang harus terus memaksa untuk peduli dengannya. Detaknya yang terus setia mengisyaratkan, kita pun juga harus tetap berjalan, bahkan mungkin berlari untuk terus bisa berkawan dengannya.
Waktu tak terbatas? Iya benar, tapi bagaimana dengan waktuku dan waktumu? Sadar kan? Jalan kita terbentang begitu panjang, tapi tidak dengan waktu yang Dia berikan.
Kita seolah masih berjalan dalam kabut tebal sekarang, mencari setitik harapan dibatasi waktu yang entah sampai kapan. Kita benar-benar tak punya kuasa dengan semua yang ada. Hanya bisa berusaha untuk kemudian kembali berharap dan pasrah.
Pada akhirnya, yang pasti, sepenuhnya kita harus bangun lantas kemudian sadar. Jalan yang akan kita lalui begitu panjang, terjal dan curam. Namun, ketika kaki kita tetap melangkah, cepat atau lambat, pasti akan sampai pada diujungnya.
😊
2 komentar
Kemelut dunia yang kelabu....
BalasHapus😎😎
Hapus